Jumat, 23 Maret 2012

WANTED: Peluang Bisnis Yang Pasti Laku !!

Siang itu panas begitu terik. Saya sedang asyik melihat proses mobil saya yang sedang dicat di sebuah bengkel langganan keluarga saya ketika tiba-tiba seorang pemuda datang dan menegur nama saya. Semula saya tidak mengenalinya, tapi samar-samar sepertinya kenal. Ohh.. baru saya ingat kalau dia, sebut saja si Budi, adalah teman adik saya yang pernah saya temui beberapa tahun lalu di tambak udang adik saya.  Akhirnya kita ngobrol-ngobrol sejenak. Inilah sepenggal percakapan kita.

Budi :
Bisnis saya lagi berjuang nih.. 

Saya :
Tambak udang kamu gimana? Masih jalan gak?

Budi :
Udah tutup! Jumlah pembelinya menurun terus... 
Saya jual tanah dan fasilitasnya sekalian.

Saya :
Loh kok bisa? 

Budi :
Persaingannya banyak sekarang. 
Tambak terpaksa saya jual karena keluarga saya butuh uang.    



Mungkin situasi seperti ini banyak kita dengar atau alami di lingkungan sekitar kita. Tak dapat dipungkiri bahwa jaman sekarang dunia usaha semakin kompetitif.  Banyak orang berjuang lebih keras di dalam usahanya dibandingkan di waktu-waktu sebelumnya. Demi menyelamatkan kelanggengan usaha, akhirnya banyak pengusaha yang menggunakan jurus andalannya : "PERANG HARGA"

Kenapa harus peranga harga? Tak lain karena mayoritas pasar (market) menghendaki harga yang paling murah. Tidak semua memang, tapi sebagian besar kecenderungannya seperti itu. Di industri telco, kita banyak melihat iklan-iklan provider seperti Telkomsel, XL, Indosat, Esia, 3 (Hutchison), dsb. yang menawarkan biaya murah, sampai-sampai ada juga yang gratis nelpon. Hampir semua industri menawarkan harga murah, baik lewat program diskon, buy 1 get 1, bundling, sampai cicilan 0%. 

Bombardir Promosi dimana-mana

SURVIVE or DIE ?

Pada dasarnya perang memang sudah diwarisi oleh para nenek moyang kita untuk memperebutkan sesuatu. Seluruh bangsa di dunia ini memiliki sejarah perang yang luar biasa. Bahkan di jaman purbakala pun, yang kuat adalah yang akan menang. Perang harga memang tidak dapat dihindari. Dan pada akhirnya biasanya yang memiliki amunisi banyak yang akan menang. Challenge-nya adalah bagaimana kita dapat survive dan menang dalam perang yang dilakukan. Yang tidak bisa survive pasti akan mati. 

Bagaimana kita bisa membuat strategi perang tersebut? Think! Ketika semua orang perang harga, apakah Anda harus juga ikut berperang harga? Jika Anda memilih untuk ikut perang harga, berarti Anda tidak ada bedanya dengan yang lain. Dan bisnis Anda tidak akan kelihatan berbeda dibandingkan yang lainnya. Lalu bagaimana caranya supaya tampak berbeda? 


DIFFERENTIATION 

Ketika semua terlihat sama, buatlah perbedaan. Lawanlah arus. Buatlah diferensisasi produk / jasa Anda dibanding para kompetitor Anda. Buatlah inovasi-inovasi baru, sehingga bisnis Anda terlihat unik. Ini adalah langkah awal untuk Anda keluar dari cluster yang sudah padat. 

Keluarlah dari teritori Red Ocean, dimana pasar (market) sudah jenuh karena dipadati oleh supply yang terlalu banyak, sehingga persentase effort yang dilakukan menjadi tidak sebanding lagi dengan imbal balik (hasil) yang didapatkan, sehingga imbasnya profit perusahaan akan semakin sedikit.

Namun sebaliknya, lakukanlah Blue Ocean Strategy, dimana Anda keluar dari market yang sudah jenuh dan menciptakan value-value baru yang belum ada, sehingga membuat ruang gerak Anda menjadi sangat luas dan berpotensi besar untuk menumbuhkan perusahaan. 




FOUND CUSTOMER INSIGHT

Saat ini jamannya customer dapat menyuarakan feelingnya dalam mendapatkan kepuasaan akan suatu produk / jasa. Bahkan para individual ini dapat memberikan rekomendasi positif atau negatif akan pengalaman produk / jasa yang diperolehnya. Oleh karena itu sebuah brand jika tidak mau ditinggalkan oleh customernya harus mendapatkan Customer Insight yang dilakukan secara berkala. Salah satu caranya dengan melalui Etnografi. Etnografi adalah cabang dari antropologi yang mempelajari kebiasaan manusia dari berbagai dimensi dan budayanya. Melalui berbagai case study kita mempelajari setiap individu atau kelompok faktor-faktor apa dan bagimana sehingga mendorong mereka melakukan apa yang mereka lakukan.

Perusahaan-perusahaan besar semacam Unilever, P&G, Coca Cola, dan Sosro sudah melakukannya untuk mendapatkan Insight dari para customernya untuk meningkatkan Customer Satisfaction atas produk yang dipakainya. 

Apple menggunakan Etnografi dengan melakukan riset bagaimana orang-orang akan dapat menggunakan Ipod / Ipad sebagai bagian dari keseharian mereka. Oleh karena itu pula diciptakan Apple Store dan berbagai applikasi yang dapat meng-engage para consumer. 

Dibawah ini adalah beberapa tips yang dapat dijadikan acuan untuk mendapatkan cusumer insight:

  • Pelajari needs-nya. 
    • Di jaman moderen ini kebutuhan manusia tidak cukup hanya pada kebutuhan dasar, seperti sandang, pangan, dan papan. Namun sudah berkembang ke pencapaian aktualisasi diri di dalam status sosialnya. Artinya manusia butuh diakui, dipahami, dihargai, diakui, diterima, dan disayangi. (Maslow's theory of Human Motivation)
  • Pahamilah consumer habit dan attitudenya.
    • Setiap kelas di dalam masyarakat memiliki kebiasaan-kebiasaan yang berbeda dalam kelas sosialnya dimana kebiasaan ini akan membentuk attitude untuk mempertahankan image yang diinginkannya. 
  • Kenali Value dan Beliefs
    • Carilah apakah value yang diapresiasi oleh consumer, karena dibalik value tersebut terdapat beliefs yang telah tertanam dari warisan orang-orang tua yang berpengaruh di hidupnya (habitus). Dan dapat juga karena mitos yang telah dipercaya oleh consumer.Misalnya Starbucks ramai dikunjungi karena menawarkan value sebagai tempat berkumpul bagi para medium-high class people dimana dapat mengekspresikan lifestyle yang comfortable dan elegan. 
  • Pelajarilah Consumer Usage dan Purchase Behaviours
    • Setiap individu membeli suatu barang pasti dipengaruhi oleh beberapa hal yang memotivasinya. Carilah tahu apa motivasinya dan bagaimana ia dapat berkompromi terhadap motif tersebut. Lalu bagaimana cara penggunaan produk / jasa tersebut dalam kesehariannya? Ini akan mengacu juga kepada informasi berapa lama durasi (lifecycle) pemakaian barang tersebut. Pola kebiasaan dan karakter setiap individu ini sangat mempengaruhi keputusan untuk membeli suatu produk / jasa. 
    • Misalkan saja seorang individu selalu mengganti model Blackberry-nya karena cepat merasa bosan dengan model yang dipakainya. Dengan keluarnya model-model baru dengan spesifikasi, design, dan fitur yang lebih baik biasanya menggoda orang tersebut untuk mengganti ke model yang lebih baru.   
  • Kenali bagaimana hubungan consumer mempunyai hubungan antara produk dan brand.
    • Mengapa Blackberry lebih laku dibandingkan Iphone di Indonesia? Kultur orang Indonesia yang ramah dan bersosial tinggi terkoneksi dengan kebiasaan untuk chatting. Sebenarnya kita dapat melakukan chatting di Iphone dengan aplikasi semacam Whatsapp dan Yahoo Messenger. Namun ketika banyak orang sudah terbiasa menggunakan Blackberry dalam chatting, maka efek ikut-ikutan pun terjadilah. Padahal kenyataannya banyak fitur dan function Blackberry yang mengecewakan customer karena lambatnya RIM melakukan perbaikan-perbaikan techinical infrastucture-nya.  Namun banyak pengguna Blackberry sudah terlalu nyaman menggunakannya, sehingga enggan untuk menggantinya.



MARKETING MIX


Setelah kita membuat ide bisnis, maka penting untuk membuat Marketing Mix yang merupakan bagian dari Marketing Plan. Sebagus apapun produk / jasa Anda buat, tapi kalau tidak mempunyai marketing Plan yang menarik maka tidak akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Membuat sebuah marketing Mix yang baik biasanya didasarkan pada 3 hal : 



  1. Produk. 
    • Bagaimana positioning produk Anda
    • Apa diferensasi produk Anda
    • Inovasi produk diciptakan setiap 3-4 bulan sekali
    • Temukan trensetter dari negara dan kota yang berbeda
    • Cari benchmark dari bisnis sejenis di negara Asia Tenggara
  2. Harga. 
    • Tentukan harga berdasarkan overhead cost (fixed cost) + variable cost + pajak, sehingga dapat menentukan harga dasar produk Anda.
    • Buatlah berbagai penawaran harga yang menarik, seperti promo bundling, promo dapat voucher yang dapat dipakai untuk kedatangan berikutnya, buy one get two, diskon khusus dalam periode waktu tertentu, dsb.
  3. Tempat
    • Tentukan distribution channel dimana produk Anda akan dijual dimana disesuaikan dengan karakter penghuni kota / daerahnya.
    • Lakukan ekspansi distribusi secara bertahap untuk mempelajari progress setiap bulannya. 



INTELLECTUAL PROPERTY

Sebuah ide bisnis yang baik sudah seharusnya didaftarkan sebagai Intellectual Property. Tujuannya supaya orang lain tidak dapat mengambil ide yang sudah Anda perjuangkan dengan seenaknya. Dengan mendaftarkan ide dan nama brand produk / jasa Anda, berarti Anda sudah berpikir secara smart. Karena selain orang lain tidak bisa meniru ide Anda, jika ada pihak yang ingin memakai ide / teknologi Anda, maka ia harus membayar sejumlah royalty yang dibayarkan dalam periode tertentu dengan kategori bentuk, lokasi distribusi, jumlah yang dapat Anda tentukan sendiri. Dengan demikian dapat menjadi suatu strategi manajemen yang cerdik bagi perusahaan Anda dalam melakukan income generation



MONETIZING 

Sebuah ide bisnis tanpa didukung oleh finansial yang memadai tidak akan menjadi sebuah bisnis. Lalu darimana kita mendapatkan dana untuk ide bisnis yang dibuat? Tentunya banyak caranya. Mulai dari merogoh kocek sendiri, meminjam dana dari saudara / orang tua / koperasi / bank, mencari angel investor, sampai mencari sponsor. 

         


SPONSORSHIP

Sponsorship dapat menjadi suatu cara yang baik dan efektif untuk mendapatkan sejumlah dana bagi aktivitas bisnis yang kita buat. Karena kita tidak perlu mengeluarkan uang dari kocek sendiri atau hutang dari orang lain. Kuncinya adalah produk / jasa / ide yang kita tawarkan akan dapat memberikan benefit yang setimpal bagi perusahaan yang mensponsori.  




TIME TO ACTION 

Berangkat dari apa yang telah kita pelajari bersama, marilah kita berani melakukan inovasi-inovasi dari produk dan jasa yang kita miliki. Mulailah melangkah untuk menciptakan produk baru yang belum terkategori. Jika kita sadari, sebenarnya peluang ada dimana-mana. Ya, saya ulangi sekali lagi: peluang ada dimana-mana !!! Kuncinya hanya bagaimana kita dapat melihat peluang tersebut dan dengan gigih memperjuangkannya untuk mendulang pundi-pundi kesuksesan.  


Selamat berkreasi !


Tidak ada komentar:

Posting Komentar