Kamis, 22 Maret 2012

Kiat membuat bisnis kreatif yang sukses


Siang itu aku sedang kumpul bersama beberapa temanku di sebuah cafe di daerah Jakarta Pusat ketika tiba-tiba seorang temanku yang lain, sebut saja namanya Bobby, datang dengan wajah happy dan berseri-seri. 


Dengan semangat dia berkata : "Bro.. gue ada peluang bisnis bagus nih.. bisa cepet kaya!!" 


Kita semua tertawa karena biasanya Bobby punya ide-ide bisnis aneh yang tidak jelas arah tujuannya. 


Tergelitik ingin tahu, aku bertanya: "Bisnis apa lagi nih, Bob?"


Bobby: "Jual tokek. Bisa dijual ratusan juta sampai milyaran, bro.."


Kita semua tertawa lagi mendengarnya.


Mungkin banyak dari kita yang seperti Bobby. Mau cepat kaya dengan melakukan suatu usaha / bisnis, tapi tidak tahu harus bagaimana memulainya. Atau mereka tahu memulainya tapi tidak punya planning yang detail tentang step-step apa saja yang harus ditempuh.  Biasanya mereka hanya berpikiran pendek dan cenderung ikut-ikutan dengan trend yang sedang ramai saat itu. Atau bahkan ada hanya berdasarkan instinc (feeling) saja. Malah ada yang mengharapkan hoki (keberuntungan) jatuh ke tangan mereka pada saat menjalankan sebuah usaha.  


Memang sah-sah saja orang percaya hal-hal semacam itu. Banyak juga dari para pengusaha sukses jaman dulu memulainya dengan modal dengkul dan nekat. Tapi situasi dulu dan sekarang berbeda. Dulu persaingan belum sebanyak sekarang. Dan dulu orang pintar masih sedikit. Jadi kalau mau sukses dalam bisnis saat ini, alangkah lebih baik jika kita dibekali juga dengan pemahaman yang mendalam atas bisnis yang ingin diterjuni dan tahu cara-cara untuk menanganinya.




Banyak para pengusaha yang telah sukses dalam bisnis yang digelutinya. Sebut saja Bill Gates, Donald Trump, Warren Buffet, mendiang Steve Jobs dan Walt Disney. Juga para pengusaha lokal seperti Abdurizal Bakrie, Eka Tjipta, Ciputra, Michael Hartono dan masih banyak lagi. Pada umumnya, kesuksesan berhasil diraihkarena mereka paham (analyze) akan kebutuhan di dalam pasar, lalu dengan jeli melihat opportunities di dalamnya. 


Disinilah proses Design Thinking berlangsung. Design Thinking artinya innovate unstated solution for unstated needs. Berinovasi dari solusi yang belum ada kategorinya berdasarkan melihat kebutuhan yang belum terkategori juga. 






Sebagai contoh Steve Jobs. Dia paham benar how to create meaning by connecting things. Kejelian melihat suatu kebutuhan yang ada di masyarakat lalu diimplementasikan dengan penciptaan produk yang belum ada / penyempurnaan produk yang sudah ada, baik dalam hal fungsi maupun bentuk estetisnya.    


Steve Jobs melihat trends life style yang akan terjadi 5-15 tahun ke depan dengan mempelajari gaya hidup dan pola kebiasaan masyarakat yang cenderung menginginkan kemudahan, simplicity, dan high tech dalam memenuhi kebutuhan konsumerismenya. Optimasi new technology selalu menjadi values yang ditawarkan oleh Steve Jobs dalam menggapai hati para penggemar produknya.  Bagi para pengusaha start-up business, kiat-kiat sukses dari para pengusaha sukses dapat menjadi proses pembelajaran yang baik.   


Saya pun sedang melatih diri untuk berpikir kreatif dan jeli melihat opportunities di dalam masyarakat. Proses yang tidak mudah, karena saya tidak terbiasa untuk melihat "celah" atas  hal-hal yang sudah biasa terjadi dan meng-"create" suatu kebutuhan. It's a ironic thing indeed, because I usually did many creative jobs for my clients. I did many video, animation, motion design production. Jujur saya menyadari bahwa selama ini saya hanya menjadi orang yang bertugas sebagai eksekutor saja. Mungkin bisa dikategorikan juga sebagai "kuli". Oleh karena itu sekarang saya membiasakan diri untuk berpikir sebagai "CREATOR"  not only "DESIGNER".


Ternyata ketika kita mulai membiasakannya, itu terasa seru dan mengasyikkan! Memang tantangannya cukup banyak. Tapi mental kita justru dilatih untuk kuat dan fokus pada pencarian solusi untuk menemukan jalan keluar bagi ide yang kita inginkan. 
Kuncinya adalah think out of the box, passion, believe, tekun, dan pantang menyerah. 


Sebagai contoh saya saat ini sedang memikirkan sebuah kebutuhan bagi para anak-anak remaja usia 10-17 tahun yang tinggal di perkotaan dimana mereka memiliki hobi yang beraneka ragam dan membutuhkan pengakuan untuk jati diri mereka pada lingkungan sekitarnya. Setelah mempelajari lebih dekat, ternyata gaya hidup mereka cukup dipengaruhi dengan gadget seperti smartphone, ipad, dan komputer. Mereka dapat dikategorikan sebagai market/pasar yang "melek teknologi" atau bisa diartikan juga sebagai para "korban market" dari teknologi-teknologi yang diciptakan oleh negara Barat. 


Sebut saja fenomena digital, seperti facebook, twitter, dan youtube. Mereka ini sangat menggandrungi applikasi ini dan seperti orang yang sudah terhipnotis, setiap hari banyak dari mereka yang tidak bisa tidak untuk terus aktif bersosialisasi di aplikasi-aplikasi digital tersebut. Tak heran jika pengguna facebook Indonesia masuk ke peringkat ke-3 dunia, sedangkan twitternya masuk ke peringkat ke-2.  


Melihat trends dan kebutuhan ini, maka saya berusaha membuat sebuat produk yang related dengan ke-3 aplikasi digital tersebut. Produk ini dapat menjadi alat yang dapat mengekspresikan feeling dengan bebas, lalu dikombinasikan dengan teknologi audio visual yang menarik dan up to date, dan hasil akhirnya dapat didistribusikan ke aplikasi facebook, twitter ataupun youtube. Melalui produk ini, saya akan memperlengkapi lifestyle target market saya dengan digital experience yang lebih seru.


Ini adalah sebuah contoh sederhana Design Thinking yang saya sebutkan di atas. Adapun secara garis besar, prosesnya sebagai berikut:
  • Observe dan Analyze
  • Brainstorm dan Vote
  • Prototype dan Storytelling





Tidak terlalu rumit, kan? Sepertinya tidak, walaupun pada kenyataan setelah mempraktekkannya, akan membutuhkan waktu dan effort yang cukup banyak. Jadi jika di breakdown tipsnya adalah sebagai berikut:

  1. Buatlah tim kecil yang memiliki passion dan tujuan yang sama untuk menjadi "Creator", bukan hanya "Implementor"
  2. Lakukan pengamatan / observasi atas suatu keadaan di masyarakat (biasanya berupa  problem atau kebutuhan yang belum ada). 
  3. Think! Ciptakan solusi atas kondisi tersebut. 
  4. Lakukan sebuah Analisa apakah solusi tersebut dapat menjawab problem / kebutuhan yang ada.   
  5. Brainstorming dengan tim Anda terhadap ide-ide solusi yang telah dibuat dan ciptakan beberapa alternatif ide.
  6. Lakukan Voting pada tim Anda, mana ide yang ingin dicoba jalankan.
  7. Buat sebuah prototype sederhana untuk menguji produk / jasa yang Anda ciptakan. 
  8. Analisa kembali dari respon pasar terhadap prototype Anda.  
  9. Sempurnakan terus prototype sampai menjawab kebutuhan dari target market Anda.
  10. Setelah prototype selesai, maka tibalah di langkah yang lebih seru, yaitu membuat financial plan, production plan, marketing plan, distribution channel, dan customer relation management.  


Di langkah ke-10 inilah ide Anda akan dicoba apakah akan sukses atau tidak. Disinilah gerbang awal pencetusan kreasi yang berawal dari sebuah "IDEA" menjadi sebuah "MONEY MACHINE"  .

Sebagai catatan bagi kita para "Creator" atau "Calon Creator", jangan lupa perhatikan juga bahwa kita ini adalah sebuah mediator antara Marketplace dengan Industries. Jadi kita mempunyai peranan dan tanggung jawab penting dalam menciptakan Sustainable Design. Artinya produk yang kita ciptakan harus mempertimbangkan keseimbangan lingkungan alam, ekonomi, dan juga sosial. Sebagai Creator, janganlah kita hanya memperhatikan keuntungan perusahaan semata, melainkan perhatikan dampak-dampak yang dihasilkan dari penciptaan produk kita. Perhatikan dampak lingkungan Anda. Apakah resource yang Anda pakai merusak lingkungan alam sekitarnya? Pikirkan bagaimana cara mengatasi / mencegahnya. Perhatikan dampak ekonomi yang diakibatkan oleh produksi. Apakah jumlah tenaga kerja yang terserap sudah membantu faktor ekonomi dan sosial di lingkungan tersebut? Juga akankan produk Anda berdampak negatif pada kesehatan para penggunanya?



Setelah bereksperimen pada hal-hal diatas, seberapa jauhkah kesuksesan yang Anda peroleh? Semua tergantung dari Anda sendiri. Anda dan tim Anda yang dapat menentukan dan mengukurnya.
Seperti yang saya katakan sebelumnya think out of the box, have a passion for what you do, believe your dream, tekun akan apa yang dikerjakan, dan pantang menyerah.


Mari jadikan Indonesia lebih baik lewat kita!


   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar