Rabu, 27 Maret 2013

Sukses itu Mengalir Aja

Udah lamaaa juga ga pernah ngeblog. Welll.... alesannya pasti banyak aja deh... yg ga sempet lah,.. ga ada ide nulis lah.... yg paling parahh adalah LUPA kalo gue punya blog ! 

Well, mungkin mumpung gue masih inget gue punya blog dan gara-gara kebangun jam 1 pagi karena inget AC di study room belom dimatiin.. mending gue sempetin nulis sebentar karena ada materi yang gue inget di otak. Sebelum dia pergi keluyuran ga jelas dan ga tau kapan mo balik ke otak gue lagi, mending gue tulis aja sekarang... hehehe... 

Well,.. minggu lalu kebetulan gue mendapat kesempatan untuk membuatkan beberapa video klip buat anak bungsu - let say namanya Sintha - dari pemilik sebuah klinik kecantikan yang ternama di Indonesia. Pembuatan klip ini dilakukan di Singapore selama 5 hari. Yang mau gue ceritain disini adalah gue mendapatkan such a great time baik dengan Sintha maupun dengan orang tuanya.


Narsis dulu deh..

Di malam terakhir ketika kami sedang makan malam bersama di sebuah restaurant di Orchard road dengan papa & mama Sintha, tiba-tiba Sang Papa - katakanlah Doktor R namanya - menceritakan perjalanan bisnis klinik kecantikan yang dirintisnya sejak kurang lebih 20 tahun lalu telah berkembang begitu pesatnya sampai saat ini telah mempunyai 70 puluhan outlet di berbagai kota di Indonesia.  Doktor R mengatakan bahwa perjalanan hidup kesuksesan bisnis nya karena dilandasi beberapa value didalam kehidupannya. Sengaja gue share disini supaya mungkin hal ini bisa menjadi materi pembelajaran yang baik buat kehidupan kita. Value kehidupan tersebut adalah:


  1. Kerja keras. Sejak tahun 1980-an Dokter R membuka praktek dokter umum di kota Malang. Setiap hari ia bekerja dengan keras dari jam 9 pagi sampai 11 malam untuk membiayai kebutuhan istri dan 2 orang anaknya. Jumlah pasiennya  yang datang sekitar 100 orang per hari. WOW!! 100 orang/hari cuy...  Di jumlah yang sudah sedemikian banyak aja Beliau bilang, kalo dia libur praktek 2 hari aja, maka uang untuk menghidupi anak istrinya bakal kurang. Anaknya bakal ga bisa dibeliin susu. Otak gue sempet bingung pas denger. OOhh... ternyata penghasilan per pasien saat itu adalah Rp 7.000,- per orang --> murah yah ke dokter segitu. Jadi kalo 100 orang x Rp 7.000 = Rp 70.000 x 24 hari kerja =  Rp 1.680.000,- (penghasilan per bulan).
  2. Tekun. Sembilan tahun Dokter R menjalani kerja keras seperti itu. Sampai suatu ketika  ada seorang temannya (dokter senior) memanggil Dokter R dan berkata, "R, saya lihat kamu bekerja keras banting tulang untuk keluarga. Kalo bisa dibilang kaki kamu jadi diatas, kepala mu jadi dibawah... Semua sudah kau lakoni demi keluarga mu. Ketahuilah... Semua akan ada waktunya Tuhan yah... Jalani profesimu dengan setia, nanti pada waktunya Tuhan (God's time), Dia akan membuka jalan buatmu.  Dokter R percaya pada omongan itu dan terus bekerja keras dan tekun menjalani pekerjaannya. 
  3. God's Time --> waktu Tuhan. Suatu ketika istri Dokter R mengalami gangguan kulit di wajahnya dan berkonsultasi pada dokter muka. Karena biayanya yang cukup mahal, maka ia berdiskusi dengan suaminya agar suaminya dapat membuatkan cream wajah untuknya, sehingga ia ga perlu keluar biaya banyak ke dokter wajah. Intinya biar ngirit gitu loh... Dokter R sempat ragu, karena dia dokter umum dan pengetahuannya untuk pengobatan wajah jelas minim. Tapi akhirnya dia beranikan untuk mencobanya juga, toh ga ada salahnya. Ia mulai mencari-cari info baik dari teman maupun buku-buku untuk memproduksi cream wajah racikan sendiri. Setiap malam sehabis selesai praktek jam 11 malam, bersama istrinya, Dokter R meracik dengan tekun... mencoba dan mencoba lagi sehingga pada akhirnya ketemulah formula yang lumayan untuk mengobati wajah istrinya. Ga sengaja tercetus ide, daripada cream ini hanya untuk dipakai istri saja, mendingan dicoba untuk dijual juga ke pasien dan orang lain. Ide dadakan itu akhirnya patut dicoba. Sang istri mulai menawarkan ke teman-teman arisan dan teman sekolah anaknya. Sementara Dokter R menawarkan ke pasiennya. Bak durian runtuh, produk cream ini disambut positif oleh orang-orang. Meskipun kemasan (red. : bungkusan) yang sangat sederhana, tapi toh orang-orang tidak memperdulikannya, karena yang penting obatnya mujarab. Akhirnya permintaan produksi cream meningkat, sehingga tiap hari Dokter R sibuk mengaduk-aduk obat sehabis jam selesai praktek. Dokter R meminta bantuan kakak dan adiknya untuk membantu menjualkan cream tersebut ke luar kota. Ternyata penjualan di luar kota pun melonjak sehingga permintaan selalu semakin bertambah. Dalam tahun-tahun berikutnya, klinik kecantikan Dokter R terus bertumbuh dengan penambahan outlet, dokter, dan alat-alat kedokteran.
  4. Belas Kasih. Ada 1 belief yang dimiliki Dokter R, yaitu belas kasih pada sesama. Dia mempercayai hukum tabur dan tuai (to give and to be taken), dimana jika kita memberi maka berikutnya kita akan diberikan berlipat kali ganda oleh Tuhan. Jauh sebelum sesukses saat ini, meskipun memiliki banyak tanggungan di kehidupannya, dari kebutuhan rumah tangga, cicilan rumah, mobil, dan sebagainya, namun Dokter R tetap membantu orang-orang yang kesulitan. Sekarang dia sudah bisa hasil dari benih-benih yang sudah ditabur bertahun-tahun sebelumnya dimana bisnisnya berkembang begitu pesat, anak-anaknya berpendidikan di luar negeri, dan keluarganya hidup bahagia.     

Well, segini dulu sharing gue, soalnya mata udah mulai kriyep & sepet... Mungkin cerita gue ga sedetail dengan kejadian aslinya, tapi yang penting value yang bisa dipetik disini bisa mengingatkan kita semua tentang perjalanan hidup yang sedang kita jalani bersama.

Semoga sharing ini bisa bermanfaat buat kita semua.


Salam sukses.