Kebetulan saya mempunyai seorang teman yang bekerja di sebuah bank. Karena ingin mendapatkan penghasilan tambahan, maka ia membuat sebuah bisnis kecil-kecilan bersama dengan 2 orang temannya. Bisnisnya adalah membuat sebuah toko kelontong online (e-commerce). Dengan penuh keyakinan dan kerja keras mereka menjalankan usaha tersebut di kala waktu luang. Setelah beberapa bulan bisnis mereka tutup. Modal sekitar Rp 40 juta menguap begitu saja.
Ada lagi seorang teman saya yang lain berprofesi wirausaha di bidang jasa. Karena mencari penghasilan tambahan, maka bersama 2 orang temannya membuat sebuah food court di pinggir jalan raya. Mereka mengajak para pelaku bisnis makanan untuk bergabung dan menyewa tempat dalam food court mereka. Dalam beberapa minggu sudah mulai ada beberapa orang yang membuka usaha disana. Namun dalam 2 bulan para penyewa keluar dari food courtnya karena tidak banyak pengunjungnya. Akhirnya setelah bisnis itu berjalan terseok-seok, ditutuplah food court tersebut di bulan keempat.
Tergelitik untuk ingin tahu, saya bertanya kepada meraka faktor-faktor apa yang menyebabkan kegagalan bisnis mereka. Ternyata alasannya klasik, karena merasa tidak cocok dengan partner bisnisnya. Namun setelah digali lebih dalam ternyata penyebabnya karena bisnisnya tidak jalan. "Omzetnya kecil sekali, padahal margin kita kecil juga..., kata salah seorang teman saya, "gak mungkin nutup biaya-biaya kita."
Omzet kecil, artinya bisnisnya TIDAK LAKU. Apa penyebabnya? Padahal konsep bisnisnya bagus. Padahal makanannya juga cukup enak. Ahh.... akhirnya ketemu jawabannya!! Ternyata sebelum membangun bisnis, mereka tidak melakukan riset terlebih dahulu. Hanya bermodalkan pengamatan yang terbatas, keyakinan yang kuat, dan modal NEKAT tentunya.
Memang kandasnya banyak bisnis di usia yang masih muda salah satunya dikarenakan tidak memperhitungkan sebuah riset di dalamnya. Bahkan ketika bisnis sudah berjalan, riset masih harus terus dilakukan dalam setiap aspek bisnis. Perusahaan-perusahaan berskala besar yang sudah paham benar akan pentingnya suatu riset sebelum launching produk baru. Bahkan begitu pentingnya, sehingga dana yang diinvestasikan dapat berjumlah cukup besar.
Ada 3 hal yang harus diperhatikan ketika melakukan sebuah riset :
1. Pahami permasalahan yang dihadapi
Misalkan Anda ingin membuka bisnis cuci mobil. Permasalahannya adalah bisnis mobil sudah banyak, sehingga persaingan harga sangat kompetitif.
2. Tentukan tujuan (goal) riset.
Misalkan dari permasalahan ketatnya persaingan di dunia bisnis cuci mobil, maka bagaimana market menanggapinya? Jadi tujuan riset adalah mendapatkan data tentang bagaimana consumer menyikapinya? Dan bagaimana challange Anda sebagai pebisnis? Bagaimana Anda dapat merumuskan sebuah positioning baru bagi bisnis cuci mobil Anda? Adakah opportunities baru disana?
3. Pilihlah metode riset yang digunakan.
Ada beberapa metodologi yang dapat digunakan, dua diantaranya adalah:
- Metode kuantitatif.
- Metode kualitatif.
METODE KUANTITATIF
Metode ini mencari angka (jumlah) sebagai alat ukurnya. Informasi yang dicari berupa sikap, kebiasaan dan persepsi individu terhadap sesuatu topik yang sedang diteliti. Bentuk penelitian dapat berupa angket, kuesioner yang didapatkan melalui survey offline / online, telepon, atau interview. Di metode kuantitatif peneliti dapat mewakilkan proses penelitian pada orang lain.
METODE KUALITATIF
Metode ini dilakukan untuk mendapatkan pemahaman tentang sikap, kepercayaan, motivasi dan kebiasaan dari individu untuk menyelidiki masalah sosial. Seorang peneliti harus dapat menempatkan diri dengan baik sehingga diterima oleh individu atau kelompok yang sedang diteliti. Pemahaman peneliti pun harus memposisikan diri pada perspektif obyek yang diteliti, bukan perspektifnya peneliti.
Dalam kenyataannya, Anda dapat juga melakukan Mix Methodology ketika melakukan riset, misalnya dengan menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Konsekuensinya waktu yang dibutuhkan menjadi lebih lama dan effortnya serta biayanya menjadi lebih banyak. Oleh karena itu pertimbangkan alasan penggabungan metodologi agar riset dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Jika Anda mempunyai cukup dana, Anda dapat membentuk tim riset khusus di perusahaan Anda.
Setelah memahami cara dan metode riset, maka kini saatnya melakukan riset pasar. Pada umumnya ada beberapa cara untuk melakukannya :
1. Lakukan survey pasar
Anda bisa mengetahui kondisi pasar dengan cara membuat survey dengan metodologi yang tepat. Dari kegiatan tersebut Anda bisa mengetahui minat dan kebutuhan target market, yang telah diwakili dari hasil survey yang didapatkan di lapangan. Semakin luas jangkauan masyarakat yang Anda survey, maka semakin valid pula hasil yang diperoleh.
Anda bisa mengetahui kondisi pasar dengan cara membuat survey dengan metodologi yang tepat. Dari kegiatan tersebut Anda bisa mengetahui minat dan kebutuhan target market, yang telah diwakili dari hasil survey yang didapatkan di lapangan. Semakin luas jangkauan masyarakat yang Anda survey, maka semakin valid pula hasil yang diperoleh.
2. Amati perkembangan pasar
Anda bisa melakukan riset dengan mengamati perkembangan pasar yang ada saat ini. Amati trend yang sedang banyak dicari masyarakat, dan amati pula produk-produk yang sudah ada di pasaran. Hasil pengamatan bisa Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan, sebelum akhirnya melemparkan sebuah produk ke pasaran.
Anda bisa melakukan riset dengan mengamati perkembangan pasar yang ada saat ini. Amati trend yang sedang banyak dicari masyarakat, dan amati pula produk-produk yang sudah ada di pasaran. Hasil pengamatan bisa Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan, sebelum akhirnya melemparkan sebuah produk ke pasaran.
3. Lakukan uji coba pasar
Sebelum memasarkan produk baru, sebaiknya lakukan uji coba pasar di beberapa lokasi usaha, untuk mengetahui tanggapan pasar. Misalnya saja dengan menitipkan produk Anda di toko-toko di sekitar Anda, dengan demikian Anda bisa mengetahui respon pasar untuk menyempurnakan produk Anda sebelum ditawarkan ke pasaran yang lebih luas.
Sebelum memasarkan produk baru, sebaiknya lakukan uji coba pasar di beberapa lokasi usaha, untuk mengetahui tanggapan pasar. Misalnya saja dengan menitipkan produk Anda di toko-toko di sekitar Anda, dengan demikian Anda bisa mengetahui respon pasar untuk menyempurnakan produk Anda sebelum ditawarkan ke pasaran yang lebih luas.
4. Perhatikan tingkat persaingan pasar
Sebelum memasarkan produk, sebaiknya Anda mengetahui tingkat persaingan yang ada di pasaran. Tawarkan inovasi baru untuk memasuki pasar yang sudah dipenuhi para pesaing. Agar produk Anda tidak kalah saing di tengah-tengah pasar yang sudah ramai.
Sebelum memasarkan produk, sebaiknya Anda mengetahui tingkat persaingan yang ada di pasaran. Tawarkan inovasi baru untuk memasuki pasar yang sudah dipenuhi para pesaing. Agar produk Anda tidak kalah saing di tengah-tengah pasar yang sudah ramai.
Bagi Anda yang mungkin belum terbiasa melakukan penelitian di dalam bisnis yang dilakukan atau peluang bisnis yang baru ingin dijalankan, ini saatnya belajar melakukannya. Dengan membiasakan riset menjadi bagian penting dalam bisnis yang dilakukan, maka kita akan lebih memahami akan target market yang dibidik, sehingga strategi bisnis dapat dilakukan dengan arah yang lebih tepat. Dengan demikian kemungkinan suksesnya bisnis Anda menjadi lebih besar.




















